tobacco

Knock Out Your Tobacco!

Dalam rangka memeringati hari bebas asap rokok, kali ini Syafa’at Marcomm berkesempatan untuk menangani kampanye antirokok yang diusung oleh Waroeng Steak And Shake. Dengan mengangkat konsep performing art, tim Syafa’at mecoba memasukan ide teatrikal bertemakan pertarungan yang terinspirasi oleh momentum eforia “Tinju Abad Ini” antara petinju Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao. Pertarungan yang tengah menjadi pembicaraan hangat ini dianalisis mampu memberikan efektivitas komunikasi pada aktivitas kampanye melalu dampak kekuatan topik dalam mengambil perhatian khalayak. Untuk dapat mendukung penyuaraan subjek tema ini, tim Syafa’at sengaja mengatur penempatan jadwal acara supaya bisa bertepatan dengan hari Car Free Day, tepatnya pada Minggu, 31 Mei 2015. Hal ini didasarkan pada alasan agar tim bisa memanfaatkan konsentrasi keramaian khalayak yang berpusat di spot Car Free Day.

Konsep performing art yang bertemakan pertarungan tinju ini sendiri menampilkan dua peran utama yang mewakili dua objek yang berkaitan langsung dengan isu yang diangkat, yaitu tobacco/rokok dan paru-paru. Konsep ini diimplementasikan dengan memunculkan partisipan yang memakai kostum tobacco dan paru-paru ditambah satu orang berkostum wasit yang memainkan peran sebagai pengadil ring.

Instumen pendukung untuk aksi ini di antaranya adalah kostum tobacco dan paru-paru yang terbuat dari spons ati, kostum wasit, triangle bell, megaphone (TOA), bangku kecil, sound system, dan beberapa kamera yang dibagi untuk meliput performing art, interview dengan audiens, serta reaksi khalayak yang diambil secara candid.

Aktivasi program ini dijalankan sesuai dengan skenario yang telah disusun oleh tim. Selayaknya gelaran tinju, dalam skenario ini digambarkan seorang wasit yang memerkenalkan dua petarung, yaitu Tobacco dan Paru-Paru. Dengan diringi oleh dentuman lagu “Eye of Tiger” dari Survivor, keduanya terlibat pertarungan sengit khas pertandingan tinju kelas dunia. Skenario pertarungan ini pun diakhiri oleh kemenangan si Paru-Paru dalam perlawanannya terhadap Tobacco. Akhir dari aksi performing art ini adalah penyampaian pesan utama dari kampanye yang dilakukan oleh sang wasit saat menutup pertandingan tinju. Sambil mengangkat papan sign bertuliskan “Jangan Mau di K.O. Tobacco”, wasit mencoba mengomunikasikan suatu pesan agar masyarakat mau menjauhi kebiasaan merokok. Kemudian tulisan “Throw your Tobacco!”, “Hari Bebas Rokok”, dan logo Waroeng Steak And Shake yang tertera di sisi belakang papan sign tersebut pun menjadi penjelas atas pesan utama serta siapa komunikator yang mengangkat topik ini.

Salah satu poin kunci dari acara ini adalah keterlibatan langsung audiens yang dapat berpartisipasi dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh seperti Tobacco, Paru-Paru, dan wasit. Seolah menjadi cameo dalam sebuah film, nantinya audiens akan ikut merayakan kemenangan sang Paru-Paru atas Tobacco. Aksi selfie dan camcorder pun menjadi pelengkap atas program kampanye. Dengan pelampir pesan dari bentuk memorabilia audio-visual tersebut, penggerakan aktualisasi pesan pun dioptimalkan dengan e-blast hashtag #KOyourTobacco melalui media sosial.

Sebagai penutup, penulis juga tidak ingin ketinggalan mengajak para pembaca untuk meninggalkan kebiasaan merokok, karena paru-paru kita bukanlah asbak yang senantiasa menjadi tempat bersantai bagi para rokok.

So let’s knock out your tobacco before it knocks you out!

Penulis: Idham Hanafiah – Strategic Planner